Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

FEMINISME MULTIKULTURAL DAN GLOBAL

Nama: Ari Wibowo NIM: 1414015080 Feminisme dunia ketiga atau feminisme postfeminisme (ada beberapa pakar yang tidak menyetujui atas sebutan ini) adalah bentuk feminisme yang sudah meninggalkan akar pemikiran terdahulunya, yaitu bagaimana perempuan merasa resah atas budaya patriarki. Para feminis dunia ketiga, menganggap ruang gerak dan sensitivitas feminisme tradisional atau feminisme sebelum feminisme dunia ketiga terlalu sempit, katanya feminis bukan hanya persoalan penindasan laki-laki terhadap perempuan, melainkan ada sesuatu yang lebih besar dan belum terselesaikan oleh feminisme tradisiaonal. Maka dengan pandangan di atas, para pemikir feminisme dunia ketika menyampaikan beberapa kekurangan dari feminis tradisional dan harus diperbaiki oleh feminis dunia ketiga, di antaranya lahirlah dan tercetuslah (kita batasi hanya) feminisme multikultural dan global. Sebenarnya masih ada feminisme dunia ketiga lainnya, namun dalam pembahasan di bawah ini akan di bahas mengenai baga...

FEMINISME PSIKOANALISIS

Feminisme Psikoanalisis Pemberontakan Maia, Perempuan Sebelum Hawa dalam Novel Adam Hawa Karya Muhidin  M Dahlan Secara umum, istilah ‘feminisme’ adalah menunjuk pada pengertian sebagai ideologi pembebeasan perempuan, karena yang melekat dalam semua pendekatannya adalah keyakinan bahwa perempuan mengalami ketidakadilan karena jenis kelaminnya (Asiyan. 2008:73). Strinati (2004; 228 dalam Muashomah 2010:146) berpendapat bahwa per-paduan analisis feminis dengan teori psikoanalisis, bertujuan menganalisis bagaimana dan mengapa laki-laki memandang representasi perempuan di dalam budaya populer masa kini, serta berbagai implikasinya bagi kekuasaan yang dimiliki laki-laki atas perempuan. Tong (2006: 1990 dalam Wiyatmi 2012: 18) menjelaskan bahwa feminis psikoanalisis dan gender mengemukakan gagasan bahwa penjelasan fundamental atas cara bertindak perempuan berakar dalam psikis perempuan, terutama dalam cara berpikir perempuan. Dengan mendasarkan pada konsep Freud, seperti tahapan oe...

Mimpi Terakhir

By: Arila Kasipahu Ibu, ini yang aku janjikan kemarin. Melanjutkan cerita mimipimu yang belum selesai, tentang bagaimana aku berada dalam kebahagiaan, menurutku. Aku mestinya tidak ingin membuat ibu kacau dengan pikiran-pekiran tentangku, tapi, adakah seorang anak yang tidak pernah merepotkan ibuya? Setidaknya itu yang terakhir dalam pikiranku, ibu. Mestinya seseorang harus tahu bagaimana semuanya terjadi padaku ibu, namun ibu tahu sendiri? Kita hanya orang-orang biasa, kekuasaan apa yang kita punya? Selain kesabaran pada kenyataan. Kemarin malam aku hadir dalam tidurmu, sebentar mengingatkanmu bahwa aku belum sepenuhnya hilang, ibu tahu sendiri. Wangi parfumku masih memenuhi segala ruangan, sering kau tegur untuk jangan menggunakan parfum berlebihan. Sebenarnya aku tidak memakai parfum yang banyak bu, hanya saja kepekaanmu terhadapku yang membuat begitu, kekhawatiranmu, juga rasa sayangmu. Kemarin, Sebelum ibu tidu...

AADC: Sebuah Analisis Kepopuleran

Gambar
Sastra, sebuah kata yang banyak mengandung arti tergantung dari mana dan oleh siapa yang memengaruhi pikiran kita. Dewasa ini, karya sastra berkembang dengan pesatnya sehingga orang-orang pengkritik sastra memunculkan adanya istilah sastra adiluhung dan sastra populer. Sastra adiluhung bermakna sebuah karya sastra yang serius, entah dari isi, makna, dan unsur-unsur lainnya. Sastra populer muncul dengan makna karya sastra yang mungkin tidak serius – tergantung bagaimana cara memandang dan interpretasi dari indidu. Sastra populer lebih ditekankan pada karya sastra yang bermuatan kekinian (sesuai) pada zamannya. Istilah kekinian bermakna yaitu apa yang paling disukai dan digemari oleh masyarakat pada masanya. Kehadiran sastra populer ini lebih menonjolkan bagaimana fungsi sastra lebih kepada penekan emosional pembaca, berbeda dengan karya sastra adiluhung yang menekankan muatannya berupa pengetahuan, pandangan dan keintelektualan pengarang agar memengaruhi pembaca. Sastra populer ha...